Sule

3 Tips dari Sule Buat yang Ingin Sukses Meniti Karir

Posted on

“From Zero to Hero”, ungkapan tersebut layak disematkan pada diri Sule, karena dia benar-benar berangkat dari bawah sebelum akhirnya menjadi komedian termahal di Indonesia dengan peghasilan mencapai Rp.1 miliar setiap bulannya.

Pelawak yang lahir pada 15 November 1976 ini semula bukan siapa-siapa, karena ayahnya, Dodo Mulyana hanya seorang penjual bakso.

Tapi dari ayahnyalah bakat melawak itu diwarisi, sekaligus ayahnya pula yang menjadi guru pertama yang mengajari tentang bagaimana cara menghibur orang. Sebab konon saat berjualan ayahnya suka bercanda dan membuat pembelinya tertawa terbahak-bahak.

Bakat melawaknya yang sudah terlihat sejak kelas 3 SD semakin terasah setelah melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung (sekarang bernama SMK Negeri 10 Bandung) dan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung (sekarang bernama Institut Seni Budaya Indonesia Bandung).

Karena di lembaga pendidikan formal itulah suami dari penyanyi dan DJ Nathalie Holscher ini mendapat tambahan ketrampilan dalam menari dan bermain musik untuk melengkapi kemampuannya dalam melawak.

Namanya mulai dikenal publik semenjak memenangi lomba Audisi Pelawak TPI (API) pada tahun 2005 bersama Oni Suwarman, Ogi SOS dan Obin Wahyudin yang tergabung dalam grup Lawak SOS dan menjuarai Superstar Show bersama Jaja.

Kariernya semakin bersinar lewat acara Opera Van Java di Trans7, Sinetron Awal Ada Sule di Global TV, Ini TalkShow di NET, dan di berbagai acara lainnya yang membuat anak penjual bakso ini menjadi salah satu miliader di dunia hiburan tanah air.

Baca juga:  Menikmati Proses Menjadi Seorang Ibu, Ini Dia 5 Fakta Nathalie Holscher

Melalui channel Youtube Marcel Radhival berjudul ‘BONGKAR HABIS !! Rahasia Penglaris Kang Sule’, pelawak yang memiliki 5 anak ini menuturkan rahasia suksesnya dalam meniti karir. Yuk kita simak bareng-bareng.

Tekad Sule yang Kuat

Tanpa memiliki tekad yang kuat, mustahil komedian yang mencetuskan kata ‘prikitiw’ ini bisa meraih sukses sebagaimana sekarang.

Sebagaimana diketahui, saat menikah dengan istri pertamanya Lina Jubaedah pada tahun 1997, mereka tinggal di rumah petak kontrakan. Saat itu penghasilan yang didapat dari melawak jika dirata-rata hanya sekitar Rp.20.000 perhari.

Untuk itu dia mencari penghasilan tambahan mulai dari berkeliling kampung menjual jagung rebus, berjualan ayam goreng hingga menawarkan kebaya di kampus tempat dia kuliah. Saat menikah dengan istri pertama, usianya memang masih muda yaitu 19 tahun. Dia menikah begitu lulus dari SMK. Sehingga saat kuliah dia sudah beristri.

Dengan bercita-cita menjadi pembawa acara di televisi, Sule pun nekad hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Di ibukota dia berkelana dari satu tempat ke tempat lain.

“Gue nekat ninggalin keluarga, datang ke Jakarta. Itu setelah audisi, gue juara. Cuma gue nggak tahu ke depannya gimana. Gue nekat ke Jakarta itu bukan cari job tapi gua silaturahmi sama pelawak-pelawak, almarhum Pak Haji Jojon, Kang Rudi Sipit, Dicky Chandra dan yang lain-lain,” paparnya di channel Youtube Marcel Radhival.

Baca juga:  Sule Saksikan Langsung Saat Nathalie Holscher Bersimbah Darah

Dia mengakui bahwa saat itu uang yang dimiliki terbilang pas-pasan.

“Gue di rekening engga sampe Rp2-3 juta tapi tetap nekat. Gua nyimpen di mantan bini gua yang dulu disimpen uanglah buat dia usaha, akhir dia usaha jual beli voucher pulsa dulu tuh,” cerita ayah dari Rizky Febian ini.

Mencari Inspirasi dan Menggali Skill

Perlu diketahui bahwa channel YouTube Marcel Radhival mayoritas berisi konten-konten yang berbau supranatural. Itu sebabnya host acara inipun bertanya kepada Sule tentang jenis ‘penglaris’ yang dipakai komedian ini untuk dapat memikat penonton dan penggemarnya.

Dengan tegas pemilik nama asli Sutisna ini menjawab bahwa untuk memmpertahankan karirnya, dia tidak bersandar pada hal-hal yang berbau supranatural, melainkan dengan terus menggali skill dan mencari inspirasi.

“Usaha dalam menggali skill dan kemampuan kan, itu salah satu usaha,” tuturnya.

Dia juga memaparkan bahwa di sela–sela syuting dan menjalankan aktifitas kerja lainnya, dia  selalu menyempatkan diri untuk mencari inspirasi. Caranya dengan menonton berbagai acara di televisi, termasuk acara-acara berbahasa asing yang bahasanya tak dia kuasai.

Karena dengaan melihat berbagai tontonan, dia mengaku sering mendapat inspirasi untuk dikembangkan. Meski tidak jarang inspirasi tersebut dia temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Digerogoti Penyakit, Dorce Gamalama Minta Bantun Berobat

Berbakti Kepada orangtua

Jika ada unsur berbau supranatural yang membantu dirinya meraih sukses sebagaimana sekarang ini, menurut Sule hanya satu yaitu orang tuanya. Dia mengaku sudah menjadi tulang punggung keluarga sejak usianya masih anak-anak.

“Gue dari kecil sudah membantu orangtua. Ketika bokap gue sakit, selama 3 tahun nggak bisa dagang, gue yang nerusin. Gue yang ngurusin ke pasar dan lain-lain. Itu SMP loh gue,” ungkapnya.

Dia yakin, ‘penglaris’ yang sesungguhnya adalah berbakti pada orang tua serta percayaa pada kekuasaan Tuhan dan bukan dengan menggunakan jasa dukun.

“Wah, celaka lah kalau percaya sama dukun-dukun palsu. Tetap harus ke Tuhan. Malah keluar duit dan berantakan hidupnya. Ketika dapat masalah larinya ke Tuhan atau ke ibu. Nanti disampaikan (sama ibu) ke Tuhan,” terang Sule. (*)