Berujung Konflik, Inilah Kontroversi Viral Blast yang Juga Libatkan Sejumlah Klub Sepakbola Tanah Air

Viral Blast

Kasus penipuan robot trading Viral Blast hingga kini masih menimbulkan polemik. Tidak hanya melibatkan beberapa public figure, pun kasus ini juga menyeret klub sepakbola tanah air. Diduga belasan miliar mengalir ke klub sepak bola tersebut.

Sejauh ini, polisi telah menindaklanjuti tiga orang yang diklaim sebagai tersangka. Ketiga orang yang dimaksud berinisial MU, RPW, dan ZHP. Sedangkan satu orang lagi, yakni PW, masih menjadi target daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Meski demikian, polisi masih terus melakukan penindakan. Tidak hanya pada tersangka, polisi juga memanggil pihak-pihak yang sebelumnya berafiliasi dengan Viral Blast. Berikut akan diulas beberapa kontroversi robot trading Viral Blast yang merugikan penggunanya.

Timbulkan Kerugiaan Hingga 1,2 T Rupiah

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) mencatat kerugian yang ditimbulkan oleh aktivitas trading Viral Blast. Setidaknya 1,2 triliun rupiah telah lenyap. Sedangkan 12 ribu member menjadi korban penipuan.

Baca Juga : Medina Zein Buat Permintaan Maaf, Setelah Jadi Tersangkan Dugaan Penipuan

Diinisiasi oleh PT Trust Global Karya, modus operandi penipuan ini melalui iming-iming e-book dengan nama Viral Blast. Mereka menyasar pada trading di bursa komoditi, namun ketika diusut upaya tersebut hanyalah fiktif.

Baca juga:  Tertangkap Kasus Narkoba, Ini Dia Profil Bobby Joseph!

Whisnu Hermawan selaku Dirttipideksus Bareskrim menyebut bahwa Viral Blast beroperasi dengan skema ponzi dan metode withdraw. Pengguna memiliki keleluasaan melakukan investasi. Tetapi naasnya, uang yang seharusnya berkembang justru mengalir ke kantong para pengelola yang saat ini berstatus tersangka.

“Dengan skema ponzi method withdraw sejatinya adalah diambil dari uang yang disebarkan oleh nasabah itu sendiri. Jadi, uang yang dikumpulkan tadi tidak dilaksanakan dengan seharusnya. Dalam pelaksanaannya, disetorkan ke exchanger untuk kemudian dibagi atau didistribusikan kepada para pengurus atau leader-nya,” ujar Whisnu pada konferensi pers kepolisian 22/2/2022 lalu.

Kejadian itu berbuntut pada penangkapan tersangka. Polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti uang SGD 1,85 juta, uang tunai 12 juta rupiah, 12 buah kartu ATM, 8 buah handphone, dan 4 unit mobil mewah.

Gandeng Klub Sepakbola Tanah Air

Aktivitas transaksi Viral Blast yang menimbulkan total kerugian fantastis, diduga menyeret klub sepakbola Indonesia. Aliran dana investasi bodong itu diprediksi mengalir ke sejumlah klub. Aksi penyelidikan terus dilakukan oleh polisi dan lembaga terkait lainnya.

Baca juga:  Terciduk Istri Sah Bersama Pelakor, Ini Dia Biodata Akash Elahi

Melansir dari akun Twitter @bola_abis bahwa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengindikasikan terdapat sejumlah aliran dana investasi terhadap 5 klub sepakbola di Indonesia. 4 klub Liga 1, yakni Bhayangkara FC, PSS Sleman, Persija, Madura United diduga terlibat kerja sama dengan Viral Blast.

Sementara itu, 1 klub lain diduga dikucuri dana oleh DNA Pro yang saat ini berstatus buron. Meskipun salah satu klub mengaku hubungan kerja sama mereka dengan robot trading bodong telah usai.

“Wah, ini (soal investasi robot trading Viral Blast) kan sudah beres. Untuk pastinya, saya mesti cek ke direktorat komersial. Setahu saya sudah beres, ya,” ujar Mohammad Prapanca, Presiden Klub Persija saat diwawancarai oleh CNN Indonesia, Sabtu (9/4/2022).

Temuan serupa dilakukan oleh Bareskrim kepolisian RI. Kepolisian menemukan terdapat kucuran dana investasi bodong Viral Blast pada sejumlah klub sepakbola. Mereka melibatkan Dittipediksus untuk melakukan pengusutan.

Manajemen Madura United Dipanggil

Mendalami kasus investasi bodong, polisi pun memanggil salah satu manajemen klub sepakbola. Madura United pada pertandingan Liga 1 diduga menerima kucuran dana dari Viral Blast. Sementara itu manajemen Madura United menolak hadir pada panggilan pertama kepolisian, 8 April 2022.

Baca juga:  Terciduk Istri Sah Bersama Pelakor, Ini Dia Biodata Akash Elahi

Kepala Bagian penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Gatot Repli Handoko menerangkan, “Jadi, penyidik sudah memanggil manajer salah satu klub sepakbola. Namun pihak manajer meminta dijadwalkan ulang pemeriksaan kepada penyidik”.

Menurut Gatot, pihak kepolisian belum menentukan waktu pasti pemanggilan tersebut. Namun, pihaknya berjanji akan memanggil ulang manajemen Madura United tersebut dalam waktu dekat.

“Saat ini sedang dijadwalkan ulang pemeriksaan ke depan,” lanjut Gatot saat ditemui media 8 April 2022.

Februari lalu, kepolisisan telah menjadikan mantan manajer klub asal Madura tersebut berstatus tersangka. Zainal Hudha Purnama (ZHP) yang dulunya pernah menjadi bagian manajerial Madura United tersandung kasus investasi ilegal. Diketahui Zainal sendiri adalah pemilik PT Trust Global karya, sekaligus pengelola Viral Blast.

You May Also Like

About the Author: Yodik