Dr. Tirta Angkat Suara, Naik Pesawat Wajib PCR?

Posted on

Dr. Tirta Angkat Suara, Naik Pesawat Wajib PCR? Dr. Tirta turut mengkritisi kebijakan terbaru pemerintah yang mewajibkan PCR untuk perjalanan domestik naik pesawat di wilayah Jawa-Bali dan non Jawa-Bali level 3 dan 4.

Dokter Tirta meminta agar fungsi swab PCR dikembalikan, yaitu sebagai alat diagnosa, sementara tes antigen menjadi fungsi screening.

“Jangan menggeser fungsi test. Test antibodi penting? Ya jelas. Untuk cek antibodi di beberapa kota besar. Swab antigen? Penting untuk screening. Pcr? Penting untuk membentuk diagnosa. Cek darah lengkap? Penting. Jadi jangan di geser-geser fungsinya,” tulis Dokter Tirta di akun Twitternya, dikutip Sabtu (23/10/2021).

(Dokter Tirta telah mengizinkan Artiskini mengutip cuitannya tersebut.)

“Kembalikan fungsi swab pcr menjadi alat diagnosa. Cukup Screening antigen saja. Karena agak aneh kenapa hanya naik pesawat yang diwajibkan swab PCR. Padahal sudah beberapa sumber ilmiah yg menekankan justru penularan di pesawat itu paling rendah. Bahkan bioskop, yang resiko penularannya lebih tinggi sudah dibuka, cukup vaksin 2x dan peduli lindungi,” tambah Dokter Tirta.

“Lucunya juga, transportasi darat, ga ada hepa filternya, lebih lama pula di dalam mobil, justru ga wajib PCR. Yok bisalah direvisi,” sambung Dokter Tirta.

Dia merasa kasihan dengan masyarakat yang ingin ke Pulau Jawa, tapi uangnya pas-pasan. Tak lupa, Dokter Tirta menjelaskan apa fungsi sebenarnya dari tes PCR.

“Swab pcr kan tujuannya tracing dan test. Jadi misal ada 1 bergejala, 30 orang sekitarnya itu di pcr untuk tracing. Nah untuk perjalanan jauh, jika sudah vaksin 2x cukup screening memakai swab antigen,”

“Tapi maksimalkan prokes selama perjalanan, untuk pencegahan penularan. Apakah swab pcr itu otomatis mengurangi resiko penularan? Yo jelas tidak. Swab pcr negatif tapi prokes ambyar sama aja, turun-turun sakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan alasan pemerintah hanya mengizinkan PCR sebagai syarat, adalah karena pesawat kini sudah diizinkan mengangkut penumpang dalam kapasitas 100% alias tidak ada jaga jarak.