Potret Maura Munaf, Adik Sherina Munaf Yang Memiliki Segudang Prestasi

images 65 10

Siapa nih yang tidak kenal mantan personel artis cilik Sherina Munaf? Mungkin nama Sherina sudah tidak asing di telinga sebagian orang, bukan? Namun, bagaimana dengan Maura Munaf sang adik dari Sherina? Pasti kamu belum banyak tahu dengan Maura, bukan? Karena Maura sendiri memang tidak mengikuti jejak sang kakak untuk berkarir di dunia entertainment. Walaupun bukan artis, namun anak bungsu dari keluarga Munaf ini ternyata juga memiliki segudang talenta membanggakan loh. Tidak hanya itu, wajahnya juga tak kalah menarik jika dibandingkan dengan sang kakak. Lantas, apa saja pesona menarik Maura Munaf ini? Yuk disimak!

 

Maura Munaf Cumlaude Di Universtas Boston

Maura Munaf

Tak tanggung-tanggung, dirinya sudah lulus dari tahun 2020 lalu. Maura Munaf menimba ilmu di Boston University dengan mengambil bidang B.S. in Film & Television, Minor in Advertising loh! Bayangkan jika kamu menimba ilmu di luar negeri pasti butuh skill learning english yang bagus bukan? Apalagi Maura dinyatakan sebagai salah satu lulusan terbaik alias cumlaude. Wah, patut di acungi jempol, bukan? Wanita kelahiran 1998 ini adalah anak bungsu yang sangat pintar.

 

Kabar gembira kelulusannya ini dibagikan oleh akun Instagram milik sang ayah. Bahkan, ayahnya sangat terharu akan prestasi yang dicapai oleh anaknya ini. Sang ayah juga mengatakan belum sempat menjenguk Maura di Boston. Padahal, Maura sudah lulus dengan nilai terbaik. 

 

“Finally. Very happy and proud of you, Maura.

Boston University, B.S. in Film & Television, Minor in Advertising, Summa Cum Laude,” ungkap Triawan Munaf di akun Instagram miliknya (28/12/20).

 

Mandiri dan Membanggakan

Maura Munaf

Bahkan, menurut Triawan sang ayah, Maura bahkan berangkat sendiri ke Boston untuk menimba ilmu. Inilah mengapa dirinya dicap sebagai anak mandiri walaupun merupakan anak bungsu. Ayahnya mengatakan belum bisa menjenguk selagi Maura sedang berkuliah di sana. Bahkan, semenjak lulus sekalipun. Dan, inilah yang menjadi kebanggaan bagi keluarga Munaf.

 

“Masih ingat rasanya baru kemarin. 15 Oktober 2017 kamu kami hantar hanya sampai Gate Terminal 2, pergi sendiri menarik-narik koper di negeri orang. Mencari akomodasi dll. dan tinggal di asrama dengan 3 orang mahasiswi lain yang kamu baru kenal dalam SATU KAMAR selama satu tahun lebih. Dan sampai hari ini, tiga tahun sudah berlalu. Maafkan karena satu kalipun Ayah-Ibu belum sempat menjenguk mu di sana. Tau-tau kuliah kamu sudah selesai. Alhamdulillah, semuanya lancar. I love you, Maura.❤️” tulis Triawan.

 

Hobi “Langka”

images 63 12

Maura juga memiliki sebuah hobi yang tergolong langka. Kenapa? Karena Maura sering terlihat sedang membaca buku di banyak kesempatan. Bahkan, orang sekitar juga mengatakan jika Maura termasuk kutu buku. Jadi, jangan heran jika dirinya bisa menjadi salah satu lulusan terbaik di Boston University tahun 2020 lalu. Bukankah buku adalah “jendela dunia”? Dan, jendela inilah yang sering dibuka oleh dirinya untuk selalu terhubung dengan banyak hal.

 

Menang Kompetisi Desain

images 66 4

Satu hal lagi yang membanggakan dari Maura Munaf yang masih tinggal di Boston, Massachusetts. Dirinya mengikuti lomba desain dengan mengangkat tema yang tidak terlalu sering diambil oleh banyak orang. Tema tersebut adalah isu tunawisma yang tinggal dan berada di jalanan Amerika Serikat. Menarik dan termasuk berani, bukan? Jangankan di AS, di Indonesia saja masih banyak yang mengesampingkan masalah tunawisma ini.

 

Poster yang ia buat tersebut diberi judul Affordable, but Unlivable. Di dalam poster ini terlihat kardus bekas yang memang didesain bersama temannya agar bisa mengangkat isu tunawisma di daerah tersebut. Seperti yang kita ketahui, ada banyak tunawisma atau yang biasa dikenal dengan sampah masyarakat. Padahal, tidak semua tunawisma adalah sampah atau orang yang tidak berguna. Sebagian besar hanya tidak beruntung mendapatkan pekerjaan layak, tidak memiliki rumah, saudara dan tentu saja mengalami masalah keuangan.

 

Dirinya yang bekerja sebagai copywriter di Boston akhirnya berhasil raih medali silver atas karya desain tersebut. Sebenarnya Maura mengangkat isu ini sebagai bentuk protes atas keberadaan banyak tunawisma di jalanan yang seolah-olah tidak “terlihat” oleh banyak orang termasuk pemerintah. (*)

 

You May Also Like

About the Author: nessa