Resmi! Vanessa Khong Pacar Indra Kenz Ikut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Binomo

Vanessa Khong

Kasus investasi ilegal dengan metode binary option terus bergulir. Tak hanya crazy rich asal Medan, Indra Kenz yang ditetap sebagai tersangka penggelapan uang melalui trading Binomo. Kini, kekasih Indra Kenz, Vanessa Khong juga resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya Vanessa Khong, pihak kepolisian juga menetapkan Ayah Vanessa Khong Rudiyanto Pei dan adik Indra Kenz, Nathania Kesuma sebagai tersangka.

Ketiga nama tersebut diduga kuat menerima aliran dana yang berasal dari Indra Kenz. Tujuannya adalah untuk menyamarkan dana yang dimiliki Indra Kenz saat ini agar tidak ikut disita oleh polisi. Kendati demikian, upaya penyelidikan yang dilakukan polisi mampu membuka fakta tersebut.

Pihak kepolisian menerangkan bahwa pemeriksaan lebih lanjut untuk tersangka baru dalam kasus penipuan investasi ilegal Binomo ini akan diselenggarakan pada tanggal 14 April 2022.

Dalam jumpa pers, Minggu (10/4/2022), Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, “Terhadap 3 (tiga) orang tersangka tersebut terdapat aliran dana dari tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz dan membantu untuk menempatkan atau menyamarkan dana atau menyembunyikan dana hasil dari kejahatan yang dilakukan tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz.”

Dengan demikian, Vanessa Khong, Rudiyanto Pei, dan Nathania Kesuma terancam hukuam maksimal 15 tahun penjara sesuai pasal 5 dan atau pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan pasal 55 ayat 1e KUHP.

Vanessa Khong  sMenyusul Brian Edgar dan Fakarich

671927854b2cc6a4e8c87f8f255edc0c02487cea4eeb8a014901ee7cb5b7e59c

Selain kekasihnya Vanessa Khong beserta ayahnya dan adik Indra Kenz, sebelumnya polisi sudah menetapkan Brian Edgar sebagai tersangka. Brian Edgar Nababan adalah manager development dari aplikasi Binomo sejak tahun 2019.

Pada tanggal 1 April 2022, Bareskrim Polri menetapkan Brian sebagai tersangka dengan menyita sebuah laptop sebagai barang bukti. Selain mendapatkan keuntungan dari bagi hasil trading binomo, Brian adalah sosok yang selama ini berperan merekrut orang-orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk menjadi afiliator binomo.

Diketahui sebelumnya Brian Edgar pernah bekerja di sebuah perusahaan Rusia bernama 404 Group. Lalu, pada tahun 2014 dirinya menjadi customer support platform Binomo untuk menangani keluhan dari trader Binomo asal Indonesia.

Dari hasil temuan polisi, Brian Edgar diketahui pernah mengirim uang sejumlah 120 juta rupiah kepada Indra Kenz. Oleh karena itu, dia dijerat dengan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan KUHP.

Selain Brian Edgar, seorang mentor trading bernama Fakar Suhartami atau lebih dikenal dengan sebutan Fakarich juga ditetapkan sebagai tersangka pada tanggak 4 Maret 2022. Peran Fakar Suhartami selama ini dibilang cukup penting karena dialah yang mengajarkan Indra Kenz untuk trading binary option di platform binomo.

Baca juga:  Roy Kiyoshi Alami Pembengkakan Pada Jantung, Akui Merasa Takut

Dari penyelidikan pihak kepolisian, ditemukan aliran dana yang diterima oleh Fakarich berasal dari rekening Indra Kesuma atau Indra Kenz. Dana tersebut berjumlah sebesar 1,9 miliar rupiah.

Baca juga : Indra Kenz Akhirnya Minta Maaf di Hadapan Publik, Begini Kata-Katanya

Dalam pemeriksaan kurang lebih selama 1 jam, Fakarich dicecar dengan 44 pertanyaan. Kemudian ia ditahan selama 20 hari karena dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Sejauh ini polisi menemukan barang bukti berupa akun binpatner, akun binomo, ponsel, dan flashdisk. Atas temuan tersebut, Fakarich terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun atau denda 1 miliar rupiah sesuai Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, ia juga terancam kurungan penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 10 miliar rupiah sesuai Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, dan Pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca juga:  Haji Faisal Ditemui Thariq Halilintar Pertama Kalinya, Begini Kesannya

Total 7 Tersangka Kasus Binomo Ditangkap

Sampai saat ini Bareskrim Polri telah menetapkan sebanyak tujuh orang sebagai tersangka. Melalui keterangan pers, irtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menjelaskan:

Penyidik telah menetapkan 7 (tujuh) orang tersangka sebagai berikut:

  1. Telah dilakukan penahanan terhadap tersangka 4 (empat) orang tersangka a.n Tersangka INDRA KESUMA alias INDRA KENZ, BRIAN EDGAR NABABAN, WIKY MANDARA NURHALIM , FAKAR SUHARTAMI PRATAMA
  2. Terhadap 3 orang tersangka NATHANIA KESUMA alias NK (adik dari tersangka IK), tersangka Vanessa Khong alias VK (pacar tersangka IK) dan tersangka RUDIYANTO PEI alias RP (ayah VK).

Penyelidikan kasus penipuan berkedok investasi Binomo masih akan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan memunculkan nama tersangka baru lagi setelah Vanessa Khong. Pihak-pihak yang mendapat aliran dana dari Indra Kenz juga terus ditelusuri untuk dimintai pernyataan sebagai saksi dan mengembalikan dana tersebut.

You May Also Like

About the Author: Yodik